Menyambangi Dappoermu, Ada Nasi Kebuli dan Kambing Guling yang Wajib Kamu Coba!

 

Pernahkah menikmati nasi kebuli di tengah hamparan sawah, ladang tebu serta ladang jagung mengelilingi? Akhir pekan lalu, suasana asri itu menemaniku mencicip sebuah signature menu khas Dappoermu, Nasi Kebuli beras Basmati dengan kambing panggang atau lebih dikenal popular sebagai kambing guling.

Nasi Kebuli yang ditawarkan memang agak berbeda dari yang biasa kucicip. Pernah mencicip nasi kebuli ala Arab, India, Pakistan dan Aceh ternyata nasi kebuli Dappoermu ini bercita rasa bumbu racikan Papua. Tidak seperti nasi kebuli umumnya yang cenderung creamy, nasi kebuli Dappoermu cenderung kering, rapi dengan rasa rempah timur tengah yang tidak terlalu kuat. Hampir tidak kutemukan minyak diantara nasi. Rasanya cocok dengan selera nusantara. Ada beberapa pilihan menu nasi kebuli yang layak dicoba juga yaitu nasi kebuli kambing, nasi kebuli ayam, nasi kebuli ikan nila, nasi kebuli telur dan nasi kebuli tahu tempe. Harga nasi kebulinya juga cukup terjangkau berkisar antara 15-38rb saja. Karena aku pecinta kambing, aku pilih nasi kebuli kambing yang tasty abis. Lupakan sejenak darah tinggi dan netralkan dengan minum es timun serut yang seger. Wah ini sih kombinasi yang enak parah. Jangan sampai ngga cobain!

Sedangkan Kambing Guling Dappoermu ini harus dipesan terlebih dahulu. Hidangan ini cocok sekali untuk acara gathering, arisan, meeting informal dan acara outdoor lainnya. Sebuah kambing guling bisa disajikan untuk 40-60 porsi tergantung berat dan besar kambing dengan pilihan rasa yang bisa dipesan yaitu gurih pedas atau gurih manis. Kambing Guling yang kucicip kemarin benar-benar fresh, tebal tetapi empuk. Sempat menyaksikan cara memasaknya, kambing guling ini dioles bumbu rahasia kemudian diguling di atas briket batu bara selama satu setengah jam. Pantas saja rasa gurihnya terasa meresap hingga lapisan terdalam daging. Oya, untuk kambing guling harganya antara 1,5 hingga 3,5jt.

 

Makanan tradisional juga melengkapi sajian di Dappoermu.  Kalau kamu kangen masakan rumahan karena keseringan jajan kekinian dan males masak coba saja ke Dappoermu. Beberapa sayur, lauk pauk dan gorengan ala Dappoermu bisa dicicip dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan nasi, sayur dan juga aneka sambal bisa dicoba sepuasnya hanya dengan Rp 10.000  saja. Tinggal menghitung seberapa banyak lauk dan gorengan yang menemaninya.

 

Oh yaa, kalau kamu butuh inspirasi dan pengen ngopi, Dappoermu juga menyediakan kopi khas Papua yang jarang kita temui di coffeeshop lain. Kopi jenis robusta Ambaidiru diambil dari ketinggian 800 Mdpl kota Serui, sebuah kabupaten di Papua. Seperti jenis kopi robusta lain yang mendominasi di Indonesia, kopi Ambaidiru bercita rasa kuat dan cenderung pahit. Sayang sekali, karena terlalu kenyang menyantap nasi kebuli dan kambing guling, kopi ini belum sempat kucicip. Tak hanya itu, ada pula kopi jenis arabica Black Gold yang berasal dari Wamena, kab Jayawijaya. Jika kamu pecinta kopi Indonesia, wajib coba juga dua pilihan kopi spesial ini.

Tak perlu khawatir kehabisan tempat, karena selain ada area indoor yang cukup luas di joglo utama, beberapa set kursi di teras, view di outdoor juga tak kalah seru untuk dinikmati. Jika tiba waktu sholat dan masih menyantap makanan, tak perlu khawatir untuk tertinggal karena ada mushola di bagian belakang.

Tertarik mencicip aneka menu di Dappoermu? Lokasi Dappoermu berada di Jln Nglengkong Besi No 11,  Area Sawah, Sukoharjo, kec. Ngaglik, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Buka mulai 07.30 hingga 19.30 setiap hari dan libur di hari Senin.

Sego Berkat, Kuliner Hits di Masa PPKM.

Sego Berkat ini tak sengaja kutemukan di suatu kedai sederhana di Jogja tak jauh dari kawasan Malioboro. Di depan kedai itu terlihat sebakul daun jati lebar tertumpuk agak banyak. Meja di sebelahnya dipenuhi sajian lauk pauk ala masakan rumahan.

Sepintas, Sego Berkat ini mirip dengan nasi rames atau nasi langgi. Arti Sego Berkat sendiri adalah nasi disertai lauk pauk lengkap yang dibagikan kepada tetangga atau kerabat saat ada hajatan keluarga pada masyarakat Jawa Tengah.

Saat ini lazimnya Sego Berkat sudah dikemas dengan lebih cantik menggunakan besek bambu atau kardus tetapi Sego Berkat tradisional masih menggunakan daun pisang atau daun jati untuk membungkus makanan.

 

Beruntung hari itu aku masih bisa mendapat Sego Berkat versi tradisional dengan pilihan lauk yang cukup beragam. Ada bihun goreng, oseng tempe, balado kentang dan srundeng sebagai menu utamanya dan ada tambahan menu pilihan lauk seperti tahu bacem, tempe bacem, telur pindang, Yang menarik perhatianku adalah menu tambahan istimewa dengan empal, babat dan iso. Sebungkus Sego Berkat dapat kita beli dengan harga mulai Rp 5.000 hingga Rp 20.000 tergantung pilihan lauknya. Rasanya cukup murah dan mengenyangkan. Pengalamanku mencicip Sego Berkat menyisakan ingatan nasinya habis duluan karena lauknya terlalu banyak.

Di Masa PPKM ini, Sego Berkat terbilang laris sebagai pilihan menu karena tidak memerlukan layanan makan di tempat. Orang membeli Sego Berkat karena pilihan lauk yang sudah lengkap dalam satu bungkus dan keunikan daun jati sebagai pembungkus. Bahkan beberapa penjual bakso dan mie jawa yang kutemui sementara beralih berjualan Sego Berkat. Mereka merasa lebih praktis karena tidak memerlukan perlengkapan mangkok dan sendok yang harus dicuci, bebersih tempat saat tutup lapak dan mematuhi anjuran pemerintah yang melarang makan ditempat apalagi berkerumun saat berjualan.

Tak ayal, pandemi ini telah mengubah hidup dan meruntuhkan ekonomi. Para pelaku usaha berusaha keras memutar otak untuk bertahan. Salah satu fenomena adalah menggantinya dengan berjualan makanan matang atau bahan makanan. Sebagian dari masyarakat kita meyakini bahwa berjualan kebutuhan pokok pangan pasti akan selalu dibutuhkan dan menghasilkan rupiah dengan cepat. Harian Jogja melaporkan pada September 2020 seorang pengusaha camilan stik growol di Kulon Progo bernama Sri Puji Astuti yang bisnisnya anjlok signifikan akhirnya berjualan Sego Berkat untuk menyelamatkan bisnis camilan sebelumnya. Selain itu, Sri juga melihat peluang trend masyarakat yang mulai menyukai makanan tradisional.

Bisnis Sego Berkat ini juga sudah bisa ditemui pada layanan Go Food dan Grab Food di berbagai kota. Tak perlu jauh-jauh memesan dari Wonosari, Pacitan ataupun Wonogiri mungkin saja kuliner ini sudah bisa ditemui di kota anda sebagai obat rindu saat bertandang pulang ke kampung halaman. Seperti diberitakan pula oleh detik food,  mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang acapkali menyempatkan membeli Sego Berkat dalam jumlah banyak saat berkunjung ke Wonosari ataupun pulang kampung ke Pacitan.

Minggu lalu aku memesan Sego Berkat ini agak banyak untuk menyediakan makan siang para tenaga kesehatan. Mereka cukup antusias menerima bungkusan daun jati yang cukup besar dan rapih diikat dengan serat bambu. Nuansa tradisional berpadu dengan cita rasa kekinian membuat Sego Berkat ini disukai banyak kalangan. Dari anak muda hingga orangtua menggemarinya. Tertarik mencoba?

 

 

 

 

 

Tak Main-Main, Berikut 3 Manfaat Anise Oil yang Harus Anda Ketahui

Sudah pernah mendengar tentang Anise oil? Anise oil merupakan salah satu bahan yang terkandung dalam Ms Glow Kids Baby Telon Cream. Bahan ini telah dikenal sebagai salah satu bahan yang sering digunakan dalam berbagai produk kecantikan dan perawatan kulit. Selain itu, anise oil juga memiliki banyak khasiat lain sehingga merupakan salah satu bahan yang berkualitas. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini yaa…

3 Manfaat Anise Oil yang Harus Anda Ketahui

1. Melembabkan Kulit

Anise oil merupakan salah satu jenis minyak yang banyak dijual dipasaran. Pada umumnya anise oil dijual dalam bentuk botol essential oil yang baik digunakan pada kulit. Bahan satu ini memiliki kemampuan untuk meredakan gejala kulit kering dan bersisik. Anise oil juga aman diaplikasikan pada kulit bayi.

Baby telon dari Ms Glow Kid menggabungkan anise oil dengan bahan lain seperti ekstrak cajuput dan juga ekstrak lavender sehingga tak hanya melembabkan, namun produk yang satu ini mampu menghangatkan tubuh bayi dan juga dapat menghalau gigitan nyamuk. Jika anda mencari produk yang penuh dengan bahan alami maka Ms Glow Kids Baby Telon Cream adalah jawabannya.

2. Anti Inflamasi

Selain melembabkan kulit, anise oil juga diyakini memiliki khasiat anti inflamasi. Apa yang dimaksud dengan anti inflamasi? Bahan anti inflamasi artinya bahan tersebut memiliki kemampuan untuk meredakan radang. Tak heran jika anise oil menjadi salah satu produk diffuser yang banyak digunakan.

3. Anti Mikroba

Selain anti inflamasi, anise oil juga memiliki manfaat anti mikroba. Anise oil dapat dengan cepat menyembuhkan luka. Namun hal ini berlaku jika anise oil dibeli dalam bentuk essential oil. Jika dalam bentuk baby telon maka bahan tersebut telah bercampur dengan bahan lain, sehingga baby telon tidak dianjurkan untuk diaplikasikan pada bagian kulit bayi yang sedang iritasi atau luka.

Demikianlah 3 manfaat anise oil yang harus anda ketahui. Ms Glow Kids melalui produk Baby Telon Cream ingin menghadirkan kebaikan anise oil sehingga bagi anda yang ingin memberikan produk terbaik untuk si kecil tak perlu merasa bingung untuk memilih produk. Anda dapat membelinya melalui http://msglowid.com atau melalui reseller resmi Ms Glow Kids di kota anda.

Serunya Virtual Screening Film Teachers di STRO TV.

Pandemi memang belum berakhir tapi kita bisa seru-seruan di rumah aja bareng keluarga. Salah satu alternatif mengisi waktu supaya tidak dilanda bosan adalah dengan menonton film.

Beberapa hari yang lalu saya berkenalan dengan STRO, sebuah aplikasi streaming berbasis subscription yang memutar karya rumah produksi terbaik di Indonesia. Selain itu STRO juga memiliki original movies dan original series produksi sendiri. Oh yaa, STRO bisa diakses melalui aplikasi Android, IOS dan browser web.

Nonton film melalui streaming boroskah?

Dengan budget 10 ribu saja, kita sudah bisa menikmati banyak film di app premiumnya. Sangat terjangkau yaa untuk kantong mahasiswa dan keluarga yang sedang berhemat di masa pandemi ini. Metode pembayarannya pun sangat simple dan beragam kanal pilihan. Mulai dari transfer bank, dana, ovo, gopay dan melalui alfamart.

Banyak adegan kocak sekaligus haru dari dua tokoh utama tersebut. Selain itu, kita juga dapat menyaksikan antara lain acting Epy Kusnandar, Teddy Syah, Garry Iskak dan Rizki Mocil yang menambah film ini semakin special. Film Teachers ini sudah bisa dinikmati dan tersedia mulai 8 Januari 2021 di STRO. Download aplikasinya segera untuk ikut menikmati karya anak bangsa lainnya dan jangan lupa follow akun instagram @STROTV.

Film Teachers yang saya ikuti screeningnya secara online juga sangat menarik perhatian. Menikmati streaming selama lebih kurang 2 jam rasanya jadi ingin mencoba menonton film lain karena sangat menghibur dan dapat mengurangi kelelahan pekerjaan seharian. Film bergenre action comedy ini disuguhkan dengan seru dan lucu. Dibintangi oleh Yova Gracia (sebagai Agnes) dan Estelle Linden (sebagai Meg) film ini mengisahkan penyamaran seorang polisi dalam rangka penangkapan sindikat narkoba. Penasaran dengan akhir cerita film ini? Nonton yuk!

Walaupun menampilkan sejumlah anak dalam tokohnya tetapi film ini bukanlah film anak dan anak-anak yang ikut menonton tetap membutuhkan pendampingan orang tua. Film karya sutradara Sarjono Sutrisno ini layak ditonton keluarga Indonesia. Selain karena sutradara film ini sudah sejak 2008 menggeluti dunia perfilman Indonesia sebagai executive producer untuk Skylar Picture, Aletta Picture dan SAS Films.

Gadjah Wong Resto: 23 Tahun Menebar Semangat Mindful Eating Untuk Customernya.

Melewatkan malam minggu bersama keluarga sembari ditemani sajian istimewa dan di tempat istimewa tentu semakin membawa perasaan bahagia. Moment makan untuk sebagian orang termasuk saya terkadang memunculkan suka cita dan semangat baru. Saya setuju, makan tak harus mahal dan dalam porsi banyak untuk membuat kenyang dan dikategorikan mewah. Makanan sehat, kaya nutrisi dan diolah dengan cara yang tepat semakin membuat istimewa perasaan hati, jiwa dan raga kita.

            Salah satu resto di Yogyakarta yang saya datangi di akhir pekan lalu adalah Gadjah Wong Garden Restaurant yang berlokasi di Jalan Gejayan. Tempat cantik nan hijau dengan atmosfer budaya Jawa, Bali dan Eropa ini sungguh membuat betah berlama-lama di sana. Siapa sangka dulunya tempat ini adalah lahan pembuangan sampah yang justru tidak pernah dilirik orang dan menimbulkan polusi udara, air dan tanah.

Pintu masuk restaurant ini bisa melalui akses sisi barat di depan jalan raya Affandi (dh. Gejayan) ataupun sisi timur yang terdapat dibagian belakang bangunan. Akses bagian belakang ini langsung menuju ke ruang bebek yang dilengkapi piano besar di sudut ruang. Biasanya di malam hari saat pengunjung ramai ruang ini melantunkan musik klasik.

Membuka buku menu, malam itu saya tertarik mencoba menu India diantara menu Indonesia dan Italy lainnya. Menu pembuka (appetizer) yang saya cicip adalah Beef Bitterballen dan Samosa. Keduanya memberikan kesan cita rasa yang berbeda. Rempah-rempah di dalam Samosa begitu kaya rasa berpadu dengan colekan yoghurt dan fresh mint. Potongan sayur yang masih utuh juga menambah mantap rasa dan tekstur Samosa.

Selanjutnya saya memilih menu soup ala India yaitu Mullygatawany with lentil. Sangat bersemangat mencoba soup ini karena sering mendengar lentil sebagai bahan yang sering dipakai dalam kuliner India. Soup ini disajikan agak pedas sesuai permintaan saya bersama roti Chapati atau Naan Bread. Beberapa rempah juga mendominasi soup ini walaupun tetap terasa ringan di lidah.

Menu utama (main course) yang saya pilih adalah Rogan Josh. Menu ini ternyata sangat special dan masuk dalam kuliner India terpopuler yang konon berasal dari Kashmir. Irisan daging lamb ternyata sangat empuk. Pada suapan pertama, saya merasa seperti mencicip gulai atau curry tetapi dalam versi aromatik yang berbeda. Masih disajikan dengan Naan bread dan yoghurt, saya sungguh menikmati setiap potongannya. Untuk lidah saya yang menyukai kaya rasa, merasakan daun ketumbar, cengkeh dan tomat segar secara bersamaan membuat mood  semakin baik. Oh yaa, ada taburan almond panggang di atas Rogan Josh ini yang membuat senyum ketika menyendoknya.

Saya menikmati makanan yang disajikan di sebuah joglo yang dinamakan ruang Gadjah. Joglo ini menghadap ke arah lahan berundak yang mengarah ke sungai Gadjah Wong. Sebuah joglo lain yang lebih besar bernama ruang Kura-kura berada di sebelah utara dan dilengkapi dengan perangkat gamelan jawa.

Banyak ikon gadjah tersebar di berbagai sudut restaurant. Nama Gadjah Wong sendiri selain karena adanya sungai Gadjah Wong yang mengalir disekitar lahan juga berarti Ganesha yaitu Dewa Pengayom dalam kepercayaan Hindu.

Sudut-sudut cantik berupa lorong, balkon, ornament pintu dan jendela yang melengkung menambah kental nuansa kolonial di tempat ini. Berpadu cantik dengan arsitektur jawa berupa joglo dan tatanan tanah yang berundak seperti landscape di Bali. Berkeliling tempat ini juga menambah rasa syukur bahwa kita berada di tanah Indonesia yang sangat subur, kaya budaya dan bermacam tanaman tropis yang tumbuh.

Ornament jendela melengkung

Sebagai makanan penutup (dessert) saya memilih home made ice cream dengan cita rasa unik ginger, cinnamon dan vanilla. Saya belum menemukan ice cream ini di tempat lain. Diantara ketiga rasa ice cream yang disajikan yang paling menjadi pilihan saya adalah rasa cinnamon dengan tekstur kayu manis yang dihancurkan menyerupai butiran sebesar pasir. Keunikan rasa dan  kreativitas ide dalam kuliner ini wajib dicoba. Saya sungguh merekomendasikan inovasi ini.

Ginger, Cinnamon, Vanilla Ice Cream.

            Restaurant ini buka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 12.00 hingga 21.00. Pada siang hari disajikan menu pilihan Indonesia dan Mexico dan pada malam hari dengan menu pilihan Indonesia, India dan Italy. Beberapa menu juga ingin saya coba di lain waktu karena semua yang telah saya cicip malam itu sangat memuaskan dan meninggalkan kesan menyenangkan saat beranjak pulang.   

Tertarik dengan hal-hal tentang makanan, saya mempunyai koleksi Ensiklopedia Makanan. Sangat menyenangkan dan mengejutkan mengetahui bahwa garam, gula dan kopi adalah barang dagangan yang sangat berharga pada abad pertengahan Bahkan perdagangannya diawasi sangat ketat.

            Selaras dengan konsep mindful eating yang diusung Gadjah Wong restaurant, kita juga dapat belajar tentang manfaat makanan. Makan harus dalam keadaan penuh kesadaran, membawa manfaat dan menimbulkan efek baik. Efek baik makanan selain membantu pertumbuhan dan melindungi diri dari berbagai penyakit, makan makanan yang baik juga dapat menimbulkan zat-zat yang dapat membantu menyembuhkan penyakit.

            Terkadang kita juga makan kudapan ketika kita tidak dalam keadaan lapar. Kudapan  acap kali membuat kita senang karena merupakan sesuatu yang kita sukai. Tapi hati-hati, jangan sampai berlebihan. Perhatikan kalori yang masuk. Tidak semua makanan ringan kalorinya juga ringan. Jika kita memakan gula dan lemak lebih banyak dari yang kita butuhkan, tubuh akan menyimpannya. Akibatnya kita akan menjadi gemuk.

            Mindful eating juga mengajarkan kepadaku cara makan yang baik. Makan dalam keadaan sadar pada apa yang kita makan, makan perlahan-lahan sambil mengamati apa yang masuk ke dalam tubuh dan mengetahui kwalitas makan seperti kebersihan dan kesegaran bahan. Gadjah Wong restaurant juga menanam berbagai bumbu yang digunakan di area kebunnya. Saus yang dipakai dalam sajian menu makanannya juga bukan saus pabrikan melainkan diolah sendiri dari tulang ayam, sapi atau lamb kemudian ditambahkan bawang bombay, bawang merah dan bawang putih dengan proses caramelized. Tentu saja, tidak menggunakan bumbu MSG atau penyedap rasa karena semua bumbu dibuat dari dapur sendiri.

Gadjah Wong Garden Restaurant

Jln. Affandi, Soropadan, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta 55281

(0274) 588294.

Selasa – Minggu

Lunch: 12.00-17.00

Dinner: 18.00-21.00

Ngabuburit Seru Mencoba Fuji XT100

Sudah sering melihat hasil foto super cakep di iklan atau instagram dan kepo foto ini pakai kamera apa sih… Sudah lama mendengar ada kamera mirrorless sekeren Fujifilm XT100 ini. Saat ada kesempatan mencoba kamera ini bareng Fujifilm, Gudang Digital Jogja dan Emak Blogger Jogja langsung deh antusias ikutan walau saya terhitung jarang menggunakan kamera selain dari handphone saja.

Pada 12 Mei 2019 yang lalu terlebih dahulu saya diundang ke Fuji Film Learning Centre yang berlokasi di Jln C. Simanjuntak area Yap Square. Surprise bertemu dengan Mas Agoeng (IG @agoeng_tosol) temen lama saya yang menjadi pemateri basic photography siang itu. Ilmu basic photography ini secara garis besar membahas triangle exposure yaitu shutterspeed, aperture dan ISO.

Kelas belajar bersama Mas Agoeng.

Materi ini penting banget sebagai bekal dalam menciptakan hasil foto yang cantik. Walaupun memakai kamera super canggih, mudah, mode auto tidak ada salahnya kenal dengan ilmu ini. Saya sendiri mencoba menyeimbangkan antara shutterspeed, aperture dan ISO juga dengan tidak mudahnya.

Melihat body Fuji XT100 ini saya langsung jatuh hati terutama yang silver. Dengan design yang retro klasik, handy (pas dalam genggaman saya), ringan, dan ternyata batterenya tahan lama lho. Selama 2 jam saya coba menyalakan, battere bar belum berkurang juga. Pratisnya lagi dari kamera ini bisa juga langsung diedit sederhana.

Konektivitasnyapun handal dengan bluetooth dan wifi untuk mentransfer foto memudahkan banget dalam pekerjaan yaa..

Oh yaa, kamera ini dibandrol dengan kisaran harga 9jt (body only) hingga 11 jt yang dilengkapi lensa kit.

Fuji XT100 yang bikin jatuh hati

Beruntung sore itu Malioboro tidak terlalu terik dan tidak juga mendung. Sinar matahari khas sore hari yang cantik sebenarnya sudah jadi bekal menghasilkan foto-foto indah. Sayangnya, saya kelamaan grogi memegang kamera sebagus Fuji XT100 ini. Walaupun ada mode auto, tetapi sebagai pemula harus mencoba mode manual dan belajar exposure tingkat gelap dan terang.

Kami mengeksplore Malioboro sore itu yang disibukkan dengan berbagai persiapan menjelang waktu berbuka. Mendekati waktu berbuka kami kembali ke hotel Neo Malioboro. Sambil mendiskusikan hasil foto dan mencoba fitur transfer melalui wifi kami berbuka bersama.

Sebagian hasil foto saya menggunakan kamera Fuji XT100 sore itu…

Suasana menunggu waktu berbuka di trotoir Malioboro.

Anak muda hangout menunggu waktu berbuka.

Ikon disekitar stasiun tugu.

Pengen rasanya lebih lama memegang kamera FujiXT100 ini. Beneran bikin mupeng…

Serunya Kelas Merajut Pemula di Showroom Gendhis Bag

Tepat di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-72 lalu, Kumpulan Emak Blogger menggelar event bermanfaat dalam rangka Arisan Ilmu yang disupport oleh Gendhis Bags. Melihat tas cantik Gendhis berjajar di showroomnya saya bersemangat mencoba belajar merajut. Semakin tak sabar ketika alat berupa hakpen dan benang nylon aneka warna dibagikan.

Saya belum pernah belajar merajut sebelumnya dan nekat mau mencoba ikutan event ini. Penasaran bagaimana prosesnya dan ternyata tangan saya kaku dan tidak relax memegang benang. 20 menit pertama saat teman-teman sudah berhasil mempraktekkan beberapa tusuk rantai, jari-jari tangan saya mulai beradaptasi memegang hakpen.

Sebelumnya saya sempat berpikir…orang yang hobby merajut adalah orang yang pemalu, penyendiri, tidak suka bertemu orang banyak dan hobby oma-oma. Aaah ternyata saya salah, merajutpun bisa ramai-ramai, di public space dan ternyata butuh kesabaran, ketekunan, telaten, teliti dan menyukai prosesnya. Merajut juga bukan hobby oma-oma, di masa kini banyak sekali anak muda yang mulai melirik ketrampilan ini bahkan Ibu muda yang sedang menunggu anak di sekolah juga ada yang mengisi waktunya dengan merajut.

Workshop yang dilaksanakan di lantai 2 showroom Gendhis Bag ini diramaikan oleh dua puluhan Ibu-ibu dengan 2 orang pembimbing. Duduk selama 2,5 jam kami dikenalkan pada 3 macam teknik dasar merajut. Melihat tas rajut warna-warni dengan aneka bentuk cantik saat itu membuat saya rasanya ingin mengikuti kelas tambahan. Yaaa siapa tau dengan merajut saya lebih sabar dan kalem.

Showroom Gendhis juga menarik perhatian saya. Koleksi tasnya diklasifikasikan dengan rapi. Seri rajut dan kombinasi kain etnik serta koleksi dengan material kulit mendominasi lantai 2 sedangkan material canvas, kombinasi kain, pouch dan aneka clutch cantik di lantai 1.

wp-1503471611912.display di lantai 1

wp-1503472831640.koleksi Gendhis di lantai 2

Tersedia pula beberapa accesories yang dijual seperti kalung, cincin, peniti bros dan baju bernuansa batik dan etnik yang sangat cocok dipadu padan dengan aneka tas Gendhis. Saya sebenarnya sudah tidak asing dengan brand Gendhis ini karena selain tinggal di Jogja juga menggemari jenis tas rajut dan etnik ini. Selain itu beberapa waktu lalu, Oriflame juga sempat memberikan hadiah pencapaian berupa tas Gendhis berbahan canvas yang casual sporty. Saat launching info challenge tas ini di Oriflame, saya berkesempatan pula bertemu dengan Ibu Ferry owner Gendhis Bag yang ternyata juga seorang dokter gigi. Beliau sangat humble dan ramah sempat mengatakan saat itu bahwa Oriflame memberikan order terbanyak pertamanya. Ribuan tas Gendhis yang diorder oleh Oriflame menunjukkan kepercayaan bahwa Gendhis Bag memang berkwalitas dan memberikan kontribusi yang positif untuk pengrajin lokal.  Sampai sekarang tas tersebut masih awet dan memang terlihat kwalitasnya.

wp-1503471650175.

Di akhir acara diberikan juga sertifikat untuk semua peserta dan sebuah reward berupa clutch untuk salah seorang enak blogger yang karyanya sangat rapi dan paling mudah memahami tentang ketrampilan merajut ini. Terimakasih Gendhis Bag sudah berbagi ilmu dan memberikan pengalaman merajut yang pertama untuk saya. 

Jogja Scrummy: Cake Sehat yang Peduli Perekonomian Jogja

Suka menyajikan cake sebagai pencuci mulut ataupun cemilan di antara jam makan bersama kopi? Aaaah saya suka cake. Begitu banyak pilihan cake yang enak, tekstur yang lembut dan khas ataupun yang sayang untuk dimakan karena begitu cantiknya dipandang.

Salah satu cake yang menarik perhatian saya adalah Jogja Scrummy dengan outlet warna orange segar di bilangan jalan Kaliurang. Tak hanya karena pemiliknya seorang artis Dude Herlino tetapi makin penasaran karena launching Premium Carrot Cake di bulan Maret 2017 lalu. Saya kebayang sehatnya memakan cake dengan memasukkan sayur berupa wortel di dalamnya. Benar saja, komposisi dalam cake ini juga menggunakan tepung kentang yang merupakan tepung non gluten yang sehat untuk pencernaan. Saya pernah membaca bahwa gluten adalah zat reaktif yang terdapat dalam tepung terigu yang melekat di dinding usus dan pada beberapa orang dengan kadar sensitivitasnya menyebabkan alergi. 

Selain mengedepankan healthy life style, Jogja Scrummy juga berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi Jogja. Bahan baku wortel yang digunakan dalam cake ini dihasilkan dari petani wortel di sekitar lereng gunung Merapi. Tak hanya itu, di semua outlet Jogja Scrummy juga terdapat oleh-oleh khas Jogja lainnya sebagai produk industri UMKM agar bersama-sama terangkat perekonomiannya. Jogja Scrummy juga merekrut karyawan yang sebagaian besar berasal dari daerah Nanggulan, Kulon Progo dan Wonosari, Gunung Kidul. Di Jogja, brand oleh-oleh ini juga mendukung kegiatan Dinas Pariwisata, Organisasi ASITA, PHRI untuk kemajuan Jogjakarta.

Oh yaa, teman-teman yang penasaran mencoba cita rasa Jogja Scrummy ada 6 varian reguler yaitu cheese, chocolate, mangga, srikaya, taro (talas), dan caramel dan 5 varian dalam premium carrot cake yaitu frozting cheese, caramel, peanut, cheese dan chocolate. Untuk varian reguler cobalah Jogja Scrummy Srikaya sebagai best seller nya dan varian chocolate premium carrot cake yang sehat, lezat sekaligus sangat menggoda mata karena ditata cantik coklat carving di toppingnya.

Jika ingin mampir untuk sekedar mencoba membeli untuk keluarga atau dijadikan oleh-oleh dari Jogja teman-teman bisa memilih 4 outlet yang tersebar di Jogja saat melewati jalan Kaliurang, jalan Gandekan Utara pasar Pathuk, jalan Katamso, dan jalan Adisucipto.

Nanti sore mau pilih varian Jogja Scrummy yang mana yaa…

Berbuka Puasa dengan Indian Food Buatan Sendiri

Teman-teman suka berbuka puasa dengan menu apa? Mungkin suka mencoba-coba makanan asing atau makanan kekinian yang sedang trending di Instagram?

Beberapa hari lalu saya mencoba membuat Chapati dan Dal makanan khas India yang banyak ditemui pula di Pakistan. Walaupun menggunakan tepung terigu lokal Indonesia dan bahan-bahan yang mudah didapatkan, cita rasanya mirip kok dengan aslinya.

Tahun lalu, si Papap kesayangan berkesempatan belajar dan mengunjungi negara India dan Pakistan. Sepulang kerumah yang banyak diceritakan ke saya adalah kulinernya karena emaaaang istrinya ini suka makan, suka jajan, jarang masak. Moment bercerita tentang Chapati ini sukses membuat saya jadi rajin memotong bombay dan bikin adonan Chapati. Hahahaha…

Buat temen-temen yang mau mencoba buat, praktekkin bareng yuk..Bahan yang harus disiapkan untuk membuat Chapati adalah tepung terigu, lebih baik yang kandungan gandumnya lebih banyak, telur, garam, olive oil dan air matang. Sedangkan untuk membuat Dal atau isiannya digunakan kacang lentil, seledri, bawang bombay, daging (tentatif bila suka), tomat, kentang dan bubuk kari.

Cara membuatnya juga simple kok. Untuk membuat Chapati, campur terigu gandum, telur, garam sedikit, olive oil 1 sdm dan air sedikit demi sedikit sampai membentuk adonan. 1/4 kg terigu menggunakan 1 butir telur ayam dapat menghasilkan 7-8 lembar Chapati. Setelah jadi adonan dan telah didiamkan minimal 30 menit gunakan penggiling roti  sehingga menjadi lembaran seperti kulit lumpia. Setelah jadi lembaran, siapkan api kemudian goreng menggunakan wajan anti lengket dengan sedikit Olive Oil. Tanda Chapati matang yaitu ada warna kecoklatan pada permukaannya. Chapatinya sudah jadi deh…

Lanjutkan buat Dal atau kuah isiannya yuk..Caranya, rebus kacang lentil dengan daging sampai mendidih. Setelah mendidih masukkan kentang potong dadu, bubuk kari, bawang bombay, seledri, tomat yang sudah dicincang. Aduk dan perhatikan tekstur kacang sampai agak lembut menyerupai sup cream jagung. Ubah apinya menjadi lebih kecil sampai berbau harum kari dan daging.

Bila lebih suka selera pedas, potong cabe rawit setelah matang dan tambahkan sebagai isian. Cara makan orang Pakistan menurut Papap, sebenarnya disobek Chapati dan celupkan pada  Dal sebelum dimakan. Tetapi ala saya tetap ambil sendok untuk mengambil material daging dan kentang yang masih terlihat utuh saat makan Chapatinya.

Oh yaaa, Chapati juga disebut dengan nama berbeda di belahan daerah lain seperti Bangladesh, Nepal, dan Arab. Ada yang menyebutnya dengan Pita Bread, Paratha dan Roti Arab. Seperti India yang mempunya kondisi geografis yang beragam dan kaya rempah-rempah, daging sapi tidak digunakan dalam Dal tetapi lebih vegetarian dan berempah. Tetapi ala Pakistan campuran daging biasa digunakan.

Chapati ini bisa sebagai pengganti nasi. Saat berpuasa seperti sekarang, Chapati ini lebih ringan di perut dengan kandungan serat lebih tinggi dan energi lebih lama. Jadi lebih sehat juga khan? Dengan makan 2 lembar saja sudah mencukupi energi selama berpuasa 12 jam Insya Allah. Selamat mencoba juga yaa….

Pilih Simply Homy Guest House untuk Short Getaway di Jogja

Teringat untuk nulis tentang Simply Homy Guest House karena ini long weekend holiday lagi. Beberapa waktu lalu saya berkesempatan main sekaligus belajar tentang blog bareng teman-teman baru Emak Blogger Jogja di Simply Homy Guest House Condong Catur. Setelah belajar bareng kemudian melihat-lihat fasilitas di guest house ini.

Tampak depan bangunan Simply Homy Condong Catur

Tampak depan bangunan Simply Homy Condong Catur.

Lokasi Simply Homy Guest House Condong Catur ini sangat strategis. Akses masuknya mudah banget dijangkau dengan berbagai pilihan kendaraan. Yang paling seneng untuk Ibu-ibu doyan makan kayak saya adalah guest house ini sangat dekat dengan pasar Condong Catur. Bangunan sederhana dengan kesan sangat ramah khas rumahan ini berlantai 2.

Sharing room, cocok untuk backpacker.

Di bagian depan tersedia sharing room dengan kapasitas beberapa single bed yang cocok banget untuk para backpacker. Kamar type backpacker ini hanya Rp 75.000 di weekdays dan Rp 100.000 di weekend. Murahnya kebangetan yaa… Kamar-kamar di belakangnya tersedia superior room, vip room dan family room yang bisa disesuaian dengan kebutuhan. Masing-masing kamar dilengkapi dengan TV, Kulkas, AC, kamar mandi dengan water heater, dalam dan disediakan dapur bersama apabila butuh memasak.

Selain itu tersedia juga ruang keluarga yang luas dan wifi. Yang praktis dan tetap rasa liburan tersedia pula layanan laundry dan cafe Simbok.

20170319_122439

Ruang keluarga.

20170319_121928

Menu di Cafe Simbok.

Di lantai dua tersedia fasilitas hall yang cukup besar apabila membutuhkan gathering atau acara seperti reuni, workshop atau arisan. Di lantai ini ada pula teras dengan kursi-kursi lincak bambu dan koleksi buku untuk bersantai ngeteh di sore hari. Seru yaa…

20170319_121716

Teras lincak di lantai atas.

Walaupun ala rumahan dan budget sangat terjangkau tetapi fasilitasnya ngga kalah kok dengan hotel seperti garasi, house keeping 24 jam, mushola, perlengapan sholat, adzan reminder, handuk dan toiletries.

Lokasi Simply Homy Condong Catur di Jln. Wijaya Kusuma No 340 Condong Catur Depok Sleman.

Dekat dengan Pasar Condong Catur, kampus Amikom, UPN, UII Ekonomi, Hartono Mall, dan Waterboom Jogja Bay, Rumah Sakit JIH dan Rumah Sakit Condong Catur.

Untuk pemesanan atau bertanya lebih lengkap hubungi segera ke  http://www.simplyhomy-guesthouse.com/property/guest-house-jogja-unit-condong-catur/